I consider myself as an honest person and if I have a dream I do whatever is possible to achieve it. I'm very friendly, enthusiastic,cheerful, lively, and simple person. I love having a good time, laughing, reading novels, having coffee, cycling and doing goofy things whenever I can. I enjoy every little things in my life, such as Wearing my muddy boots,looking at the pop-corns clouds,eating my Scorched omelet,Let my hands full of scrawl-notes and yeap I'm proud being Me ;)

Author Archives: Saskia Rajayani

Pink Church in Saigon

10 October 2017 I supposed to be in Sand Dunes,Mui Ne that time. Because of my trip partner was so exhausted, she prefers city touring than visiting Sand Dunes. It’s out of the plan which is I had to delete it from the list. This such situation sometimes happens when you are travelling with someone, don’t...
Read more
Vietnam, a girl from Indonesia is in town !!! Raise your dripper and hand me a cup of coffee 

 

WOOOOHOOOO

WOOOOHOOOO

  What is on your mind when I say “Vietnam” ??? Comunism, hammer and sickle,ricefield or coffee??? Well, the main reason why I came to this country is coffee. As a coffee lover, I really want to taste the sensation of Vietnam Coffee. I engaged with local during walking around Ho Chi Minh city; asking them where is the popular spot to sip a coffee.The sheer number of coffee shops in town made me awake. I think I am in love with this city. As we know (may be you don’t) that Vietnam is the second largest producer and exporter coffee in the world after Brazil. So you can imagine that coffee is like a very deep and popular thing here. When I arrived at this town a day ago, I saw many locals drinking coffee in street pavements, sitting on a small plastic bench and also sit on street stall along the river.It was such a fantastic view.

Well, I went to Ben Than Market at district 1 with my aunt. It’s around 2 pm after we had lunch and we decided to chill out. Then we stopped over at one of coffee shops around it; named Trung Nguyen Coffee Legend ( a local recommended this place).This coffee shop can be found in some locations. We can buy some coffee beans/powder or drink at the same time.Two young Vietnamese baristas welcoming us.They are girls and can speak English,it’s cool.The place is very clean, comfy with wooden furniture. I ordered the most wanted one “Vietnamese Iced Coffee” or “Ca Phe Da”. The price is  VND 85,000 for a cup.

DCIM299MEDIA

For about 20 minutes, they bring the coffee to us. You Know what, this is not the first time I tasted this “coffee drip” but this is the first time I tasted one of famous coffee brands in this country ;Trung Nguyen Coffee. The smell ,the strong and bitter of freshly roasted coffee and  the sweetness of condensed milk and Ice cubes ,SO INDULGENT and YUMMY!. FYI, there are some famous brands of it; they are Trung nguyen Coffee, Central Highlands Coffee, and Buon Ma Thuot. For Buon Ma Thuat, I bought it at the local market (VND 45,000 for 500gr) and drink it in Indonesia. This brand is a capital of Dak Lak province in Vietnam which is the BEST coffee producer area in Vietnam.

Buon Ma Thuot

Buon Ma Thuot

Witnessed and felt the sensation of Vietnam is a fascinating feeling. The coffee culture, historical buildings and local people amused me. Thanks for the French pastor who came to Vietnam bring the coffee beans :) I wish I could go to this country every single weekend LOL.

Si icon kota, Notre Dame Cathedral Basilica of Saigon

Last destination…Vietnam!!! Hari Minggu, 8 Oktober (Masih hari ultah ) jam 10 malam saya dan Ibu tiba di kota Ho Chi Minh. Setelah seharian naik bus dari Siem Reap akhirnya sampai juga di negara komunis ini. First impression saat memasuki kota ini membuat saya cukup dan tidak excited. Excited karena sepanjang jalan penuh kedai kopi/...
Read more
here again!!!

here again!!!

Masih dalam rangka BIRTHDAY TRIP, saya menginjakkan kaki di negara pertama (dari list trip saya) , Malaysia. Firstly, thanks to Mr. Tony & Air Asia team masih menyediakan rute direct dari Makassar- Kuala Lumpur. Ngomongin soal Malaysia, yang doyan klaim pasti para pelancong ingin mengunjungi menara kembar yang sangat populer di mata dunia, Twin Towers Petronas. Actually, sebenarnya sudah beberapa kali berkunjung ke tempat tersebut (pamerrrrr). Akan tetapi, teman jalan saya kali ini berbeda dengan kemarin-kemarin. I took my auntie (Ibu) to accompany me. Beliau pengen banget melihat langsung si menara fenomenal ini. Perjalanan ini adalah perjalanan pertama yang terjauh bagi beliau dan sekaligus moment pertama bagi dia merasakan sensasinya naik pesawat.

Fly with Air Asia (Hot Seat)

Fly with Air Asia (Hot Seat)

Foto di atas, saya dan Ibu duduk berdampingan di Hot Seat. Awalnya kami pisah tempat duduk (issued tiket nggak bersamaan), saya di kursi 23A, sedangkan Ibu di kursi 8C. Dikarenakan ini first flight buat dia, jadinya sedikit worried, takut kenapa-kenapa (mual, mabok,pusing). Jadinya,saya upgrade seat waktu check-in dan yessss..keluarin duit lagi. She said “nggak papa bayar aja… daripada takut kenapa-kenapa”. Kalau saya sih maunya nanti kalau sudah on board, baru minta ijin ama penumpang lain buat tukeran. Tapi karena beliau nggak mau pusing,yowes…bayar aja. Bener juga kata orang setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Hikmahnya yah rasain pertama kali duduk di Hot Seat nya Air Asia *tiupkuku *samaajasihdengankursilaen

Hari Jum’at tanggal 6 Oktober (H-2 dari ulang tahun saya,FYI loI), kami berangkat dari Makassar jam 12 pm dan tiba (Alhamdulillah) di Kuala Lumpur jam 3:10 pm. Setelah melalui imigrasi, kami bergegas membeli tiket bus ke KL Sentral. Perfect time! Nggak sampai 5 menit nunggu, kami berangkat menuju KL Sentral. Waktu yang dibutuhkan sampai kesana sekitar 1,5 jam, no traffic. Setelah tiba, semua penumpang turun dari bus (ya iyalah ngapain tinggal),  kami lanjut membeli tiket LRT (monorail). Tiket untuk satu orang adalah RM.2.40 (Rp.7,700) dengan rute KL Sentral ke KLCC. Belinya di ticket vending machine (touchscreen).Tiketnya bukan berupa secarik kertas, melainkan semacam koin plastik biru (mirip permainan karambol). Buat yang selalu menggunakan jasa transportasi ini, tersedia dalam bentuk card,jadi tinggal top-up dan tap saja.

Untuk menuju KLCC, kita harus memilih Line Kelana jaya dengan melewati 5 stasiun (KJ15 to KJ10). Urutan stasiunnya adalah KL Sentral- Pasar Seni- Masjid Jamek-Dang Wangi- Kampung Baru- KLCC.

KLCC adalah nama stasiun dimana Menara Kembar itu berada. Jadi posisinya kita berada di bawah mall besar bernama “Suria KLCC”, pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur. Jadi buat kalian yang doyan shopping barang-barang bermerk , tempat ini paling pas buat kamu.

DCIM299MEDIA

Well, setelah tiba di pintu keluar mall, nengok ke atas dikit, menara kembar menyambut manis. Kebayang ekspresi Ibu saya waktu itu, She was so excited. Mau nggak mau,siap- siap jadi juru motret. *tepokjidat.

Karena kami tibanya hampir magrib, jadinya dapat 2 momen sekaligus, Petronas di sore hari dan di malam hari.

here we are

here we are

Pokoknya, cekrek ampe lowbat !

Pokoknya, cekrek ampe lowbat !

Personally, I was satisfied bisa quality time dengan satu orang keluarga yang berperan penting dalam hidup saya (udah mirip Ibu kandung sendiri). Selama ini beliau udah terlalu working hard mengurus banyak family member.Mulai dari guwe kecil ampe gede’ (Gede’ beneran), I stayed with her. Momen yang saya pikir paling tepat karena saya bisa cuti dan Ibu punya rejeki (kesehatan,umur dan uang hahaha) untuk jalan-jalan. Happy to saw her at the Twin Towers.

Pengeluaran kami selama di KL (bukan KoLaka yah ) adalah:

  1. Roti keju & air mineral di Jaya Grocery (airport) = RM. 6,75
  2. Tea Live (vanilla chocolate -large) mirip Share tea (KLCC) = RM. 7,90
  3. LRT KL-Sentral to KLCC PP = RM. 9,6
  4. Bus KLIA2 to KL Sentral PP = RM.48 (one way RM.12 each)
  5. Makan malam @Oldtown = RM.13,90

Total RM. 86,15 alias Rp. 276,000

 

 

Mengunjungi Angkor Wat, candi terbesar di dunia

Sabtu, 7 Oktober 2017, tepat sehari sebelum hari lahir Saskia Rajayani –yang akhirnya menginjakkan kaki di salah satu negara ASEAN, Kamboja. Flight pagi dari Kuala Lumpur jam 6:50 tiba di Siem Reap jam 7:50 (local time). Cuaca pagi itu sangat tidak bersahabat,hujan keras.Bandaranya tidak terlalu besar, lumayan sepi, antrian di imigrasi juga sedikit.Pas pintu kedatangan, celingak...
Read more

Officially : Dua puluh… delapan tahun

Wah-wah., nggak kerasa October aja. You know what? Itu pertanda kalo saya ini udah tua, usia udah berkurang huhuuhu. Alhamdulillah..alhamdulillah.. terimakasih ya Allah sudah dikasih kesempatan hidup hingga bisa masih bernafas sampai detik ini. Setaon belakangan ini saya rangkum ke dalam beberapa kategori (ala-ala zod**k): 1. Kesehatan Alhamdulillah Allah berikan saya kesehatan yang luar biasa. Jarang...
Read more

“Peace is seeing a sunset and knowing who to thank”

Sambil nyelam minum air. Suntuk seharian gawe, buat laporan eh tetiba temen gawe plus buruh ditempat kerja ngajakin ke pasir putih. Wait what?? Beach ? I’d love to.Tepatnya jam 5 sore hari, kami berombongan ke pantai pasir putih. Sekitar 5-6 menit dari kantor eh udah nyampe aja. Kota Lasusua emang kota kecil yang dikelilingi oleh bejibun panorama alam. Ada gunung, sawah, sungai, laut, pantai sampe tambak ikan juga ada. Pokoknya komplit.

Wisata pantai pasir putih ini salah satu tempat wisata populer bagi warga setempat. Cukup bayar 2,000 rupiah saja udah bisa mengeksplor pantai pasir putih. Di dalam kawasan ini, ada kolam renang,dermaga Cinta (nggak tahu kog tetiba dinamain seperti itu), ada rumah pohon, warung makan, ayunan dan perahu/rakit/ban. Sunset, paling ditunggu-tunggu disini. Perfect banget jika datangnya jam 5 sambil wefien atau chitchat sama temen-temen dan tetntunya berenang. yaah Meskipun pantainya masih banyak sampahnya tapi lumayanlah release stress dalam sejam. :)

So, here I am…

2017-07-15 17.55.36

2017-07-15 19.16.30

2017-07-15 18.28.44