Li River, surganya orang China

Guilin bisa dibilang kota yang paling aku sukai selama traveling di China. Pemandangan alamnya sangat menakjubkan. Saya bersama 2 orang teman saya ke tempat ini karena ingin menyusuri sungai yang paling tersohor di Negeri Panda ini, yap..sungai Lijiang atau  atau yang akrab dikenal dengan sebutan Li river. Sebelum kami ke Li river, saya dan teman saya menginap di salah satu penduduk lokal guilin selama sehari. Saya menggunakan couchsurfing biar murah dan bisa lebih mengorek informasi tentang kota yang saya tuju dengan gratis bersama host saya. Nah, kebetulan host saya adalah seorang professor dan sangat baik hati menyambut kedatangan saya dan teman saya di apartment miliknya.

with our host! Thank you so much for the hospitality.

with our host! Thank you so much for the hospitality.

Untuk menyusuri sungai yang panjangnya sampai 437 km, ada beberapa cara antara lain dengan menggunakan rakit bambu(bamboo raft) , kapal biasa dan ikut tur kapal pesiar (cruise). Saya memutuskan untuk menggunakan rakit bambu saja, yah taulah yah, harus irit murah meriah manjah. Untuk menikmati fasilitas ini cukup membayar 180 yuan, kalau makE cruise sekitar 500 yuan.Kalian tinggal milih, paket yang mana. Bedanya itu tentu informasi yang bakal didapatkan terbatas jika memakai rakit bambu.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhkan keindahan hamparan karst yang berdiri sangat cantiknya. Nah, sekedar info nih yah, karst ini merupakan karst terbesar di dunia. Jadi kebayang kan, sambil naik rakit bambu, liat karst, cuaca terik dengan suhu yang dingin.. awwwcchh..perfect! Saya bersama 5 orang traveler lainnya sangat excited menyusuri sungai ini. Sebelumnya, harus memasang pelampung dulu biar jaga-jaga.

Rakit bambunya siap jalan menyusuri (sebagian) Li river

Rakit bambunya siap jalan menyusuri (sebagian) Li river

 

Hamparan Karst yang menghiasi sungai Li.

Hamparan Karst yang menghiasi sungai Li.

Pemandangan bukit karst yang dilewati memiliki nama /julukan tersendiri sesuai dengan bentuknya. Jika kalian menggunakan fasilitas cruise, pemandu akan memberitahukan secara detail. Jika hanya pakai rakit bambu, kalian tidak akan tahu nama bukit yang kalian lewati. Saking cantiknya, Li river ini didokumentasikan sebagai ikon di mata uang pecahan 20 yuan.

Singgah berpose di spot 20 yuan

Singgah berpose di spot 20 yuan

Setelah beberapa jam , kami turun di sebuah kota kecil bernama Yangzhou. Kota ini ramai dengan berbagai macam toko souvenir dan oleh-oleh khas kota ini. Salah satu spot menarik di Yangshuo adalah West Street. Kawasan pedastrian yang menarik untuk traveler. Di tempat ini kita bisa membeli souvenir, mencoba jajanan lokal,atau sekedar duduk di bawah pohon yang rindang dengan backround bukit yang lancip.

 

Saskia

About Saskia Rajayani

I consider myself as an honest person and if I have a dream I do whatever is possible to achieve it. I'm very friendly, enthusiastic,cheerful, lively, and simple person. I love having a good time, laughing, reading novels, having coffee, cycling and doing goofy things whenever I can. I enjoy every little things in my life, such as Wearing my muddy boots,looking at the pop-corns clouds,eating my Scorched omelet,Let my hands full of scrawl-notes and yeap I'm proud being Me ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>