175 km numpang, why not?

Perjalanan solo saya untuk ke Makassar dari kampung halaman saya, Bone,saya putuskan untuk numpang atau hitchhiking lagi. Kali ini bukan alasan karena saya nggak punya duit, tapi bosan naik mobil sewa terus. Malamnya saya infoin ke Emak dan kakak saya kalau besok saya akan ke Makassar dengan cara hitchhike.

Tepat 3 Februari 2015 pagi hari saya bergegas,berpamitan ke Emak dan semua orang yang lagi ngopi-ngopi di rumah. Secara beruntun kalimat-kalimat ini nyerbu (dengan aksen lokal)

” nggak takut ko ..astaga ini Anak, beraninya”

” la gila, sendiriko ini ..trus jalan di Kappang sepi, bahayaa..”

” Beranimu di’… jangan mako dek begitu, pake mobil sewa mo..saya bayarkan”

huaaaaaaaaaahahah …tapi karena kekeh..mereka pun nyerah. Saya pastikan ke Emak pasti saya baik-baik saja. *pelukemak

Sambil ucapin bismillah saya pamitan, gue dianter om ojek ke daerah Palakka pas depan kantor camat. Terus terang guwe deg-degan……………………………….

so, berangkat jam 9 pagi ,tiba di Makassar jam 1:10 siang. Siapa yang “mungut” guwe dijalan? mau tauuuu ? mau tauuuuu? *alaUztadMaulana

here they are:

1. Namanya Ocha.. Mungkin gitu tulisannya O c h a. Ngasih tumpangan dengan motornya yang gagah berani haahah dari Kantor camat sampai perbatasan Kota Bone ( yang ada gapura songko to bone nya).

2. kali ini bukan motor lagi, tapi mobil van. Lokalan disini nyebutnya mobil kampas. Ada dua pemuda yang baik hati nan ramah. Mereka bernama Edy dan Dini. Edi kebetulan mantan customer saya di perusahaan saya kerja dulu, dan Dini adalah alumni Unhas 2006,mantan ketua himpunan perikanan). Mereka malah berbaik hati membelikan saya minuman (slogannya gini..pucuukkk pucukkkkk) hahha. Mereka memberi saya tumpangan dari Palakka – Desa Libureng

3. Dari Desa Libureng saya ” dipungut” lagi oleh seorang anak pemuda semester 6 di Ami Veteran, Makassar. Namanya Emmang. Sebelum saya ketemu Emmang, saya udah mulai sedikit cemas, karena sudah beberapa kendaraan yang saya coba hentikan tapi nggak ada yang berhasil. Mulai dari mobil pertamina, mobil pribadi, dan ada lagi satu orang yang niatnya nolong, tapi cemas karena saya nggak punya helm. Hiks

Jadi singkat cerita Emmang ini ngasih guwe tumpangan, dan ditengah perjalanan tetiba ujan. Holy Cow ! ternyata dia punya 2 rain coat, beruntungnya akuh hihihi. Saya tawarin ke dia untuk makan/ngopi tapi dia ngelak. Ya sudahlah…

tededemm..Sampelah di Makassar, yah meskipun topi yang saya pake terbang melayang entah dimana saking kencengnya nih motor. Bersyukur tiba dengan selamat dan gratis hahahaa

 

Sekian episode hitchhiking saya kali ini.

pesan guwe nih ya : Don’t be afraid. There are so many nice people out there.

Ini lah tampang-tampang pemuda yang menolong eike :D

Ini lah tampang-tampang pemuda yang menolong eike :D

 

Saskia

About Saskia Rajayani

I consider myself as an honest person and if I have a dream I do whatever is possible to achieve it. I'm very friendly, enthusiastic,cheerful, lively, and simple person. I love having a good time, laughing, reading novels, having coffee, cycling and doing goofy things whenever I can. I enjoy every little things in my life, such as Wearing my muddy boots,looking at the pop-corns clouds,eating my Scorched omelet,Let my hands full of scrawl-notes and yeap I'm proud being Me ;)

3 thoughts on “175 km numpang, why not?

  1. einfach Klasse! weiter zu empfehlen.

  2. Good article. I absolutely love this website. Continue the good work!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>