7 SENSASI TANAH BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN

Happy weekend, wonderful weekend, amazing weekend sepertinya sudah menjadi istilah yang cukup membosankan di kalangan para weekenders.. apalagi para pelancong-pelancong kalangan kakap. Kali ini saya menulis short-trip saya dengan istilah Queasy Weekend. Tau arti kata itu? Queasy menurut hasil terjemahan om google, itu berarti MUAL .. yup mual.. mual karena saking g’ bisa nahan tekanan luapan emosi dari dalam yang luar biasa akan pesona tanah Indonesia tercinta. (emank stand up comedy ) Saya tau pas kalian baca alinea pertama ini, pasti mau nggak mau harus baca sambungan kalimat ini. Tuh kan, Sampai sekarang juga masih baca dan terus baca . ahahah 



Well, weekend kali ini,saya sengaja menjudulkan Entrian saya “ 7 SEnsasi tanah BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN. Kenapa 7 ? You can find this out after read a whole story. *eaaakkkk 


Berawal dari ajakan kakaknya teman saya untuk weekend ke Pantai. Sulawesi Selatan itu cukup ramai dengan alam pantainya. Paling dekat, paling mahsyur di Tanah sulsel, terpilihlah BULUKUMBA sebagai main destinasi saya dan teman-teman. TANJUNG BIRA, BE I ER A , bukan C I N T A , ini tanjung bukan sembarang tanjung. Familiar atau tidaknya Anda dengan nama ini. Please, find out yourself in almighty GOOGLE. *yay Sabtu malam sekitar pukul 8:10 ; berangkatlah pemuda-pemudi Indonesia (mirip delegasi pertukaran pelajar aja) yang bernama TEnri, Rio, Cica, Icconk, Iwak, dan saya ke Bulukumba. Kami menghabiskan malam minggu di kabupaten lain, tempat temannya si temannya Tenri, kabupaten Bulukumba. Hampir 4 jam kita menyisir jalan berpuluh-puluh kilometer pake mobil rentalannya orang yang g’ tau siapa namanya. Selama perjalanan dari dihabiskan dengan nyanyi bareng, ngemil bareng, sekali-kali dengar nostalgilaan si Tenri dan teman-temannya, dan yang paling nyenengin itu pas santapan “late dinner” di kab. Sinjai. Sekedar info, jalur dari Bone ke BUlukumba itu harus lewatin satu kabupaten yang namanya SINJAI. Nagh, disana kami putuskan untuk makan malam “seafood” di pusat pelelangan ikan. Jadi, milih ikan di pinggir laut, terus bakarnya di tepi laut. #pinggir sama tepi apa bedanya wkwkwkwk. 

 

 

dinner

Kira-kira jam 00:50 wita, tengah malam kami tiba di Bulukumba. Langsung telfon si teman yang tinggal disana. Karena nggak tau’ jalan menuju rumahnya, maka si temen yang namanya Adhi ini nyamperin kita ke tempat perhentian kami. That was PERTAMINA. Paling mudah nyari spot untuk ketemuan di daerah orang lain, tinggal pilih saja tempat nunggunya, dekat mesjid, kantor camat, tugu-tuguan, atau warung remang-remang sekalipun. Tiba disana, lansung turun dari mobil, disambut om “Bapak dan ibunya si Adhi”. Brrrrrrrrr dinginnya benar-benar luar biasa. Sekitar 150 C. Eiittss si Cica, turun, hmmm JACKPOT dia.. hahaha Keesokan harinya, 5:30 pagi, semua pada bangun buat siap-siap lanjutin trip ke Tanjung Bira. Si Tante yang baik hati, suguhin milo hangat, kue dan Jalangkote (kudapan sejenis pastel). Berangkat lah kita bertujuh. Wuiiiihhhh pemandangan yang luar biasa, jalanan masih sunyi, udara pagi masih segar, Meluncurrrrr ! Lewat perkebunan karet yang luar biasa amazing guys, cantik bener,bisa dijadiin settingan TWILIGHT sumpah !!! sesekali lewatin hamparan sawah yang hijau dengan sengkedan yang sangat apik. Bukan hanya itu, terlihat pembuatan kapal pinisi yang sangat besar, setengah jadi berdiri kokoh di pinggir pantai. Bikin mata nggak mau merem. Tiba di Bira, nggak tunggu lama langsung camera on, sun glasses, topi pantai, sarung pantai, semua yang berbau suit-beach dikenakan. Disana, ada balai-balai yang bisa disewa sepanjang hari IDR 30.000, jadi bisa letakin barang-barang, sekalian tempat santai-santai untuk nikmati pantai yang sangat cantik dengan pasir putihnya. Yeah, kalo bisa dibilang, pasir disana kaya’ tepung. Saking halus dan bersihnya. Heran ! Di tanjung Bira, selain bisa nikmatin pasir putih, laut biru dengan 3 gradasi warna,langit biru, perahu penduduk lokal. Ada satu wahana yang sangat rame-ramenya di nikmatin disana. BANANA BOAT. Terdengar biasa saja tapi sensasinya nggak kalah sama Tornado nya di Dufan. WKWK Banana boat disana lumayan banyak dengan variasi warna yang bukan typical BANANA sebenarnya. Tarifnya sendiri sekali track IDR 100.000, lumayan murah buat 7 orang. :D Nagh, pas pelampung sudah dipakai, semuanya menuju banana boat. 

Si pemilik sudah mempersilahkan kami untuk naik dan bersiap-siap. Sebelum kami diseret ke tengah laut, kami wanti-wanti si Masnya supaya nanti kita nggak dibanting ditengah laut. Soalnya dari saya bertujuh, hanya 3 dari kami yang bisa berenang, yang lain pada parno dengan dunia air dan renang-renangan. Cuuzzzzzzzzzzzzzzzzzzz… semua teriak, senangnya minta ampun. Minum air laut sesekali… pas putaran ke tiga, nggak tahu kenapa Banana-nya langsung kebalik, yach nyebur kita’ …. Buuzzzzhhh si cica, si rio, Tenri,..paniknya minta ampun. Komat-kamit, nyumpahin si masnya,baca doa, takut kelelep , berasa udah mati rasa, udah g’ ketemuan lagi sama bonyok di kampung, sesak nafas, bayangin ditarik mahluk air dari bawah… (red: hasil wawancara saya setelah kejadian)wkwkwkwkwk 

 

 

hey, girls on the beach

Banana boat

Blue blue blue

Saya nolongin cica soalnya si doi dekat dengan saya. Si rio, udah pucat banget tapi untung ditolongin sama si Iwak. Seperti adegan BLUE shark, TITANIC, Baywatch, Piranha wkwkww.. tercampur aduk.

screamloud

nyebur g’ jelas

berceraiberai ahhaa

Pas si Masnya nolongin satu persatu, kita kembali ke balai-balai. Langsung tenangin diri, pesan indomie siram, dan ngemil. Sekitar 2 jam istirahat, kami putuskan untuk kembali ke rumahnya Adhi. Setibanya disana, kami langsung dijamu dengan makan siang siap santap ala tante. #yay Udah bersih-bersih, kita ngobrol, trus pamitan dengan keluarga kecilnya si Adhi. We got new family, warm in the middle of the Cold weather. Begitu hangat, begitu tak terlupakan.

quitebeach

beach and a goodread

siap santap !

us

Sesuai dengan janji saya, nagh sekarang saya kasih tau kenapa dengan 7?

Tujuh itu pertama karena, kami berangkatnya tanggal 7. Dan kebetulan kami weekendnya bertujuh (itung aja kalo ng’ percaya), dan angka tujuh sensasi sengaja saya pilih karena memang tujuh hal menarik selama trip:

1. Pasir Putihnya Tanjung Bira

2. Gradasi pantai 3 warna

3. Air yang super dingin

4. Keramahan penduduknya

5. Kebun Karet

6. Kapal Pinisi

7. Yeap Banana Boat

 

 

 WHAT ARE YOU WAITING FOR?? Let’s grab your backpack guys :D

Saskia

About Saskia Rajayani

I consider myself as an honest person and if I have a dream I do whatever is possible to achieve it. I'm very friendly, enthusiastic,cheerful, lively, and simple person. I love having a good time, laughing, reading novels, having coffee, cycling and doing goofy things whenever I can. I enjoy every little things in my life, such as Wearing my muddy boots,looking at the pop-corns clouds,eating my Scorched omelet,Let my hands full of scrawl-notes and yeap I'm proud being Me ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>